Surat Telegram dari Kasad (ST-KASAD) No 1409 tertanggal 9 Agustus

Juli 12, 2011

Selamat Jalan Bung Handoko

Januari 8, 2009

Innalillahi Wainna Ilahi Rajiun..

Rasa bela sungkawa yang teramat dalam kita ucapkan atas meninggalnya HANDOKO SUPRAYUDI tanggal 6 Januari 2009
dikebumikan di Pinang Baris.
Sosok Handoko Suprayudi adalah satu tokoh pemuda di Komplek Abd Hamid yang sangat diterima semua kalangan. 

Beliau salah satu pendiri BAMUS yang merupakan badan yang menjadi wadah warga untuk memperjuangkan status tanah di komplek abd hamid nasution.

Selamat Jalan Buat Bung Handoko
Doa Kami menyertaimu

Berita terkait dapat dibaca disini dan disini


Surat Edaran Nomor : SE/9/XI/2008

Desember 3, 2008

TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT

KOMANDO DAERAH MILITER I / BUKIT BARISAN

SURAT EDARAN

NOMOR : SE/9/XI/2008

tentang

KETENTUAN PARA PENGHUNI RUMAH DINAS

ASRAMA ABDUL HAMID NASUTION MEDAN

1. Dasar

a. Juklak Kasad Nomor Juklak/8/VIII/1990 tanggal 21 Agustus 1990 tentang pendayagunaan Rumah Dinas

b. Surat Telegram Kasad Nomor ST/508/2006 tanggal 20 April 2006 tentang optimalisasi rumah dinas untuk kepentingan dinas dan pengamanan asset IKN TNI AD termasuk penertiban Pemberian surat izin penempatan (SIP)

c. Surat Telegram Pangdam I/BB Nomor ST/876/2008 tanggal 13 Agustus 2008 tentang ketentuan Penghunian Rumah Dinas Golongan II

d. Surat Perintah Pangdam I/BB Nomor Sprin/1341/IX/2008 tanggal 4 September 2008 tentang tim Penertiban Tanah dan Bangunan TNI AD di wilayah Kodim 0201/BS

2. Sesuai dasar tersebut diatas, bersama ini diberitahukan kepada seluruh Penghuni Rumah Dinas Abdul Hamid Nasution Medan agar memperbaharui Surat Izin Penempatan (SIP). Apabila tidak mengindahkan maka akan dilaksanakan penertiban RUmdis 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya Surat Edaran ini

3. Pengurusan Pembaharuan Surat Izin Penempatan (SIP) dilaksanakan :

a. Tempat : StafLogWil Slogdam I/BB lt III Makodam I/BB Jl. Binjai km 7.5 Medan

b. Waktu : Pada Jam Kerja

4. Demikianlah surat edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian.

Dikeluarkan di Medan

Pada tanggal 18 November 2008

——————————

Panglima Kodam I/Bukit Barisan

Asisten Logistik

Hardi Ariyanto

Kolonel Arh NRP 30544

Kepada Yth :

Para Penghuni Rumah Dinas

Asrama Abdul Hamid Nasution Medan

Tembusan :

1, Pangdam I/BB

2. Irdam I/BB

3. Asrendam I/BB

4. Para Asisten Kasdam I/BB

5. Kazidam I/BB

6. Dandim 0201/BS

————————–


TNI Miliki Aset Tanah Seluas 376 Ribu Ha

September 22, 2007

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini memiliki aset lahan seluas 376 ribu hektare, atau tepatnya 3.766.973.969,27 m². Jumlah aset tersebut terbagi menjadi 12.644 bidang yang tersebar di seluruh Tanah Air. Asisten Logistik Markas Besar (Mabes) TNI Mayor Jenderal Abi Kusno mengatakan, dari jumlah luas lahan tersebut, hanya sekitar 14%, atau 510.955.214 m² yang memiliki sertifikat.”Namun, saya belum mengetahui berapa nilai nominal lahan tersebut. Saat ini, kami sedang melakukan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengidentifasikan masalah tersebut,” kata Abi ketika memberikan keterangan, usai melakukan rapat koordinasi dengan Kepala BPN Joyo Winoto di kantor BPN, Jakarta, Rabu (18/7).
Baca entri selengkapnya »


Hanya 14% Tanah TNI Bersertifikat

Juli 19, 2007

Kamis, 19-07-2007
MedanBisnis – Jakarta
Konflik tanah yang terjadi banyak yang melibatkan warga dan TNI. Berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), ternyata hanya 14% atau 52 hektar tanah milik TNI yang bersertifikat di seluruh Indonesia. Sisanya, masih diinventarisir guna percepatan hak miliknya, terutama lahan yang berpotensi konflik dan sengketa dengan masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Kepala BPN Joyo Winoto dan Asisten Logistik Kasum TNI Mayjen TNI Abi Kusno dalam jumpa pers usai rapat koordinasi tentang penyelesaian pengelolaan aset tanah milik TNI di Kantor BPN, Jalan Sisingama­ngaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/7).
“Tujuan rakor hari ini untuk menindaklanjuti persoalan tanah yang dikelola TNI itu. Yang paling mendasar adalah menginventarisasi tanah milik TNI di seluruh Indonesia. Kita ingin memperoleh gambaran secara utuh persoalan tanah yang dikelola lembaga pemerintah, termasuk TNI,” kata Joyo.
Menurut Joyo, rakor yang dilakukan pihaknya dan TNI merupakan tindak lanjut dari hasil konsultasi antara DPR, Menhan Juwono Sudarsono, dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto beberapa waktu lalu. Setelah melihat data yang ada, BPN setidaknya mencatat ada 2.810 kasus pertanahan di seluruh Indonesia.

Baca entri selengkapnya »


Komplek, Dilihat Dari Satelit

Juni 19, 2007

komplek1.jpgIngin tahu enggak, bagaimana tampak komplek kita kalau dilihat dari atas ?, penasaran khan.., saat ini kita tidak perlu manjat teleding air (BAZOOKA) untuk memandang komplek dari atas, bahkan kita tidak perlu naik pesawat terbang. karena selain biayanya mahal, trus kalo naik pesawat terbang, akhir-akhir ini sering kecelakaan.

Terus gimana caranya ??? .. Nach.. berkat satelit yang ada di atas bumi, kita jadi tahu bahwasanya komplek kita mempunyai koordinat : 3°36’4″N 98°35’54″E (trus terang saya juga enggak ngerti menjelaskannya angka-angka ini. ada yang bisa bantu.?)

Untuk melihat tampak komplek dari udara, silahkan klik disini, proses loading agak lama. Kita juga bisa menandai yang mana rumah kita. so yang mana rumah anda ?? Baca entri selengkapnya »


Mengambil Hikmah Kasus Pasuruan

Juni 14, 2007

BERKAITAN dengan jatuhnya korban dalam kasus penembakan di Pasuruan, Jawa Timur, hal itu tentu membuat segenap prajurit TNI sedih dan ikut berbela sungkawa. Kasus tersebut jelas sangat memalukan.

Bagaimana tidak, TNI sebagai lembaga yang terdepan dalam melaksanakan reformasi internalnya ternyata masih menggunakan peluru yang dibeli dengan uang rakyat justru untuk menembaki rakyatnya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana TNI ke depan dan bangsa ini mengambil hikmah agar kasus yang sejenis tidak terulang kembali.

Satu hal yang harus dilakukan saat ini ialah tidak mengubah norma dasar kehidupan prajurit. Norma kehidupan militer di negara mana pun, termasuk di lingkungan TNI, dalam kaitan tugas hanya mengenal satu asas, yaitu top-down, dengan perintah adalah ‘hukum tertinggi’. Baca entri selengkapnya »